Majas Alegori

Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis untuk menyampaikan suatu pesan dengan cara imajinatif. Nah pada artikel ini kami akan memberikan ulasan mengenai majas alegori. Seperti apasih majas alegori itu? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Majas Alegori

Majas alegori adalah sebuah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu pada sebuah kalimat secara tidak harfiah, melainkan dengan kiasan atau penggambaran.

Artinya, majas ini menjelaskan sesuatu secara tidak langsung melainkan melalui sebuah kiasan yang berhubungan dalam sebuah kesatuan yang utuh. Umumnya majas alegori dapat ditemukan pada alur cerita non fiksi seperti cerpen atau novel.

Majas ini termasuk dalam kategori jenis majas perbandingan, sama seperti majas sinekdoke dan metafora.

Baca juga : Majas Eufemisme

Ciri-Ciri Majas Alegori

Majas Alegori memiliki beberapa ciri-ciri seperti di bawah ini :

  1. Merujuk pada penggunaan retorika, yaitu keterampilan bahasa secara aktif.
  2. Menyatakan sesuatu dengan menggunakan kiasan atau penggambaran.
  3. Lebih kompleks dari majas simile.

Contoh Majas Alegori

Berikut kami berikan beberapa contoh majas alegori beserta penjelasannya agar kamu menjadi lebih paham.

1. “Alur kehidupan ini ibarat meniti sebuah perjalanan yang selalu berubah-ubah, kadang dalam jalur yang lurus, kadang dalam jalur yang berkelok.”

Penjelasan :
Kalimat diatas mengungkapkan sebuah permasalahan dan rintangan dalam alur kehidupan yang seperti jalan lurus namun kadang berkelok.

2. “Semua kenikmatan dunia ini seperti fatamorgana yang semu.”

Penjelasan :
Kalimat diatas mengungkapkan bahwa kenikmatan dunia itu seperti fatamorgana yang semu. Artinya, sebuah kenikmatan dunia adalah sesuatu yang bersifat khayalan semata yang penuh dengan tipu muslihat.

3. “Menuntut ilmu sejak kecil ibarat melukis di atas batu.”

Penjelasan :
Pernahkah kamu membuat sebuah ukiran? Caranya sulit, tapi jika sudah jadi akan susah dihapus. Begitu juga dengan menuntut ilmu sejak kecil. Memang susah, tapi jika sudah paham tidak akan mudah hilang.

4. “Bayi yang baru lahir itu ibarat sebuah kertas putih yang bersih tanpa noda.”

Penjelasan :
Kalimat diatas mengungkapkan keadaan seorang anak yang baru lahir yang diibaratkan seperti kertas putih tanpa noda. Artinya masih suci, bersih, dan belum ada dosa.

5. “Generasi muda Indonesia tidak boleh memiliki mental seperti tempe agar Bangsa ini bisa menjadi Bangsa yang maju.”

Penjelasan :
Tempe merupakan makanan yang bergizi, namun sangat mudah untuk dipotong atau dipatahkan. Nah arti mental seperti tempe pada kalimat diatas yaitu seseorang yang cerdas dan pandai tapi sangat mudah putus asa.

Simak juga : Majas Anafora

Contoh Majas Alegori Lainnya


Cinta itu seperti menggenggam pasir. Jika tidak digenggam maka akan hilang, namun jika digenggam terlalu erat akan keluar melalui celah-celah jari.


Kecantikan wajah ibarat bunga yang segar. Akan rusak jika tidak dijaga dan akan semakin mekar jika dirawat. Namun pada akhirnya perawatan seperti apapun tidak akan terhindar dari kelayuan.


Hidup didunia layaknya susunan keyboard piano. Ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna hitam. Orang yang tidak berusaha untuk memahami hanya akan mengetahui nada dasar saja. Namun jika dimainkan oleh orang yang sudah mengetahuinya akan menjadi sebuah nada yang merdu.


Seseorang yang bersedekah di jalan Allah ibarat menanam biji di lahan yang subur. Biji tersebut akan menjadi pohon dengan 7 cabang yang kokoh. Dari setiap cabang pohon, orang tersebut akan mendapatkan lebih dari 100 buah pada waktunya.


Perasaan manusia itu seperti rujak, ada banyak rasa di dalamnya, bisa manis, asam, pahit, dan sebagainya.


Internet seperti jendela dunia, dimana kita bisa melihat isi dunia melalui jaringan internet.


Hidup di dunia seperti seorang musafir yang sedang singgah di suatu tempat untuk mengisi bekal. Jika kita tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka kita akan menderita di perjalanan berikutnya.


Sholat bagaikan sungai bersih yang mengalir. Orang yang mandi di sungai tersebut akan bersih dari kotoran yang menempel.


Menjalin hubungan rumah tangga ibarat mengarungi samudra dengan bahtera, Seringkali kita melihat panorama indah yang begitu mempesona, tapi tak jarang juga ombak dan badai datang menerpa.


Waktu itu ibarat uang. Jika dihabiskan dengan baik maka akan mendatangkan manfaat. Namun jika disia-siakan, maka akan mendatangkan kerugian.


Orang yang beriman akan hidup seperti lebah, ia akan makan dengan makanan yang baik dan juga minum dengan minuman yang baik. Pergi ke suatu tempat yang baik dan akan mengahasilkan sesuatu yang baik pula (madu).


Waktu ibarat sebuah pedang yang tajam, jika digunakan dengan benar akan sangat berguna. Namun jika digunakan dengan cara yang salah akan menyebabkan bencana.


Alur kehidupan manusia layaknya kompilasi sebuah genre film. Terkadang ada kisah romantis, kisah komedi, bahkan ada beberapa yang memiliki kisah thriller dan horor. Kadang mengundang tawa, kadang meneteskan air mata. Hingga pada akhirnya mencapai ending filmnya.


Mulut manusia ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk menghujat orang dan bisa juga membunuh diri sendiri.


Di zaman sekarang, mencari orang yang memiliki kepribadian jujur ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami.


Otak manusia ibarat mata pisau. Semakin diasah maka ia akan semakin tajam. Tapi jika dibiarkan begitu saja, lambat laun pasti akan tumpul, mengarat dan sulit untuk digunakan.


Al qur’an merupakan rambu yang dapat memandu kita menuju hadirat Ilahi Rabbi. Selama kita patuh mengikuti semua rambu tersebut, Insya Allah akan selamat hingga tujuan akhir.


Ilmu adalah cahaya. Menerangi kegelapan juga membantu manusia dalam melakukan perjalanan. Dengan cahaya, manusia dapat mengetahui isi dunia. Tanpa memiliki cahaya, manusia dapat jatuh karena tersandung batu yang ada di depannya.


Kebohongan itu ibarat memakan coklat. Tidak cukup satu buah, pasti akan diikuti oleh kebohongan-kebohongan lainnya.


Kemarahan ibarat sebuah api. Semakin di sulut maka akan semakin besar. Oleh karena itu jangan menyiramnya dengan minyak yang mendidih, akan tetapi dengan air yang menyejukkan.


Baca Juga : Majas Antonomasia

Baca juga artikel dari Pantainesia

Tinggalkan komentar