Majas Personifikasi

Tahukah kamu apa itu majas personifikasi? Dari sekian banyak majas yang kita tahu, majas personifikasi adalah salah satunya. Buat kamu yang sedang atau pernah duduk dibangku sekolah pasti sering mendapatkan soal yang berkaitan dengan majas ini. Materi mengenai majas dapat ditemukan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Meskipun begitu, ternyata masih banyak diantara kita yang belum sepenuhnya paham mengenai majas ini. Untuk itu, pada artikel kali ini bahassemua.com akan membahas secara lengkap mengenai majas personifikasi.

Pengertian Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup dan memiliki sifat-sifat seperti makhluk hidup layaknya seorang manusia.

Ada juga yang menyatakan bahwa majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati sehingga membuat benda mati tersebut seolah-olah hidup atau bertingkah seperti manusia.

Sementara secara bahasa, majas personifikasi berasal dari kata “personifikasi” yang merupakan bagian dari bahasa Yunani kuno “prosopopoeia” yang artinya memanusiakan. Penggunaan majas ini sering kita temui dalam sebuah karya sastra seperti cerpen, puisi, novel dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

Majas personifikasi memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Menggunakan pilihan kata untuk memberikan sifat atau suasana manusia yang dikaitkan dengan benda mati. Contoh : menari, berlari, bergoyang, bernyanyi.
  2. Menggunakan gaya bahasa yang membandingkan benda mati atau hidup selain manusia (hewan, tumbuhan) seolah-olah berperilaku seperti manusia. Contoh : rumput bergoyang, ombak berkejaran, burung bernyanyi.
  3. Gaya bahasa yang digunakan menggambarkan sebuah situasi atau suasana dengan bayangan yang nyata (konkret). Contoh : semilir angin berhembus yang membelai rambut mendamaikan hati.

Baca Juga : Macam-Macam Majas

Contoh Majas Personifikasi

Nah untuk lebih memperdalam pemahaman kamu mengenai majas personifikasi, bahassemua.com akan memberikan beberapa contoh seperti dibawah ini :

Contoh 1

  1. Teriakan petir membuatku terkejut.
  2. Burung itu selalu bernyanyi di pagi hari.
  3. Sepatu ini menemaniku kemanapun aku pergi.
  4. Smartphone dan laptop ini menjadi saksi proses menuju kesuksesanku.
  5. Tanaman rambat itu melahap habis pagar samping rumah Dodi.
  6. Karang besar itu menghalangi ombak yang berlarian menuju pantai.
  7. Terlihat awan mulai murung, pertanda akan turun hujan.
  8. Di daerah pegunungan, kabut tebal menyelimuti desa ketika pagi menjelang.
  9. Motor tua paman mulai terbatuk-batuk ketika dipakai untuk perjalanan jauh.
  10. Daun pohon kelapa melambai-lambai kepada para nelayan untuk secepatnya menepi ke daratan.

Contoh 2

  1. Banjir bandang menyapu puluhan rumah warga di Jakarta.
  2. Bencana banjir kemarin menelan 10 korban jiwa.
  3. Ucapannya sangat menusuk hati hingga membuat aku terluka.
  4. Selembar uang lima ribu menyelamatkanku dari rasa lapar pagi ini.
  5. Biarlah seluruh alam menertawaiku, aku akan tetap menunggunya walau sampai kini belum ada kepastian.
  6. Sudah hampir tiga jam pemadam kebakaran bertarung melawan api.
  7. Siang ini matahari tengah bersembunyi dibalik awan.
  8. Tahun kemarin Gunung Merapi memuntahkan lahar dari dalam tubuhnya.
  9. Beberapa bulan yang lalu Riau diselimuti asap tebal karena kebakaran hutan.
  10. Aroma masakan itu menggoda lidah untuk segera dicicipi.

Contoh 3

  1. Harta dapat membutakan banyak orang.
  2. Pemandangan diatas gunung memanjakan mata para pendaki.
  3. Aku melamun mendengarkan bisikan angin yang masuk ke telinga.
  4. Siang malam bayangan dirimu selalu mengusik.
  5. Langit ikut melindungi para pengunjuk rasa kemarin.
  6. Suara kakek menyadarkanku dari lamunan panjang masa mudanya.
  7. Narkotika telah membunuh jutaan korbannya.
  8. Perahu nelayan melaju kencang membelah lautan.
  9. Hawa dingin di luar menahanku untuk berangkat ke sekolah.
  10. Berhentilah merokok karena dapat membunuh orang terdekatmu.

Contoh 4

  1. Smartphone telah menghipnotis para penggunanya.
  2. Dompet mulai berbisik meminta untuk segera diisi.
  3. Matahari pagi muncul menyapa orang-orang yang tengah menyemai sawah.
  4. Sepatu-sepatu di toko itu menggodaku untuk memilikinya.
  5. Cahaya matahari mengintip di balik jendela memaksaku untuk terbangun.
  6. Ucapan dari para ulama itu mampu meredam emosi para pengunjuk rasa.
  7. Minggu kemarin seorang anak SMA hilang diseret ombak.
  8. Informasi tentang kesuksesan Andre menghampiriku sangat cepat.
  9. Hari ini aku berharap pelangi muncul tersenyum padaku.
  10. Badai topan mengamuk dan menghancurkan pemukiman warga.

Demikian ulasan ringkas mengenai majas personifikasi. Semoga bermanfaat.

ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan komentar