Majas Antonomasia

Ketika kamu kecil, kamu pasti pernah mengejek teman sebayamu dengan sebutan tertentu berdasarkan sifatnya. Sebutan-sebutan tersebut misalnya seperti Si kurus, Si Gemuk, Si Pintar, Si Pesek dan lain sebagainya.

Nah tahukah kamu jika sebutan yang kamu berikan pada teman-teman masa kecilmu itu adalah wujud dari penggunaan majas antonomasia? Lalu seperti apa sih contoh dari majas antonomasia itu? Untuk lebih jelasnya simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Majas Antonomasia

Kata antonomasia berasal dari bahasa Yunani, yaitu “antonomazein” yang artinya “nama yang berbeda”. Sedangkan pengertian dari majas antonomasia yaitu majas yang menyebutkan sesuatu tidak menggunakan nama asli, melainkan menggunakan nama sifat.

Jadi, majas ini menggunakan kata sifat untuk mengganti nama asli seseorang maupun suatu benda. Misalnya :

  • Si Gemuk
  • Si Cepat
  • Si Pintar

Majas ini termasuk jenis majas perbandingan, sama seperti majas litotes.

Ciri-Ciri Majas Antonomasia

Berikut adalah ciri-ciri dari majas antonomasia :

  • Menggunakan kata sifat untuk mengganti nama asli seseorang.
  • Menggunakan kata sifat untuk mengganti nama asli dari suatu benda tertentu.

Fungsi Majas Antonomasia

Majas antonomasia memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

  1. Untuk menyebutkan sesuatu tidak dengan mana aslinya, namun menggunakan kata sifat.
  2. Agar lebih mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.
  3. Untuk menghindari kesan monoton pada sebuah kalimat.
  4. Sebagai ciri khas dari seseorang atau benda tertentu.

Simak juga : Majas Sarkasme

Contoh Majas Antonomasia

Agar kamu lebih paham mengenai majas ini, berikut kami berikan beberapa contoh majas antonomasia :

Contoh 1

  1. Si pandai selalu mengajariku ketika aku kesulitan mengerjakan tugas.
  2. Sudah hampir setahun aku tidak bertemu dengan si kurus, apakah dia baik-baik saja?
  3. Telingaku terasa berisik sekali ketika mendengarkan celotehan si cerewet itu.
  4. Kasihan sekali aku melihat si gemuk, dia selalu terjatuh ketika berusaha naik sepeda.
  5. Ibu guru sedang menasehati si pemalas agar dia lebih giat lagi belajarnya.
  6. Apakah si manis sedang sakit? Hari ini aku tidak melihatnya di kelas.
  7. Si sombong itu dijauhi oleh teman sekelasnya karena sikapnya yang tidak baik.
  8. Si cungkring mulai rajin fitnes agar tubuhnya menjadi bagus.
  9. Si lincah itu menjadi juara dalam lomba lari yang kemarin.
  10.  Memang susah menasehati dan membujuk si keras kepala ini.

Contoh 2

  1. Memang susah jika berbicara dengan Pak Bolot, setiap kali kami berkata kepadanya, perkataan kami sering tidak didengar kan.
  2. Kita sebagai pemuda penerus bangsa harus meniru semangat sang pahlawan negeri ini.
  3. Walaupun sedang dalam kesusahan, orang yang murah hati itu selalu membagikan sedikit makanannya kepada anak-anak yang kurang mampu.
  4. Pria bertangan ringan itu sering sekali bertengkar dengan warga sekitar desa.
  5. Meskipun sudah memiliki banyak harta, orang serakah tidak akan pernah puas dengan hartanya.
  6. Pria tampan itu sedang melamun ketika menunggu nomor antrian.
  7. Makanan sebanyak ini bisa habis jika si perut karet yang memakannya.
  8. Si tangan besi berhasil menjadi juara dalam pertandingan tinju tingkat dunia.
  9. Ratu dangdut Indonesia membawakan lagu hitsnya saat tampil di Bandung.
  10. The doctor menjadi juara dunia moto gp tahun ini.

Contoh 3

  1. Si dermawan selalu menyisihkan penghasilannya untuk orang yang sedang membutuhkan.
  2. Kapanpun kau perlu bantuan, si baik hati siap membantumu.
  3. Jangan pernah percaya dengan si pembohong itu jika kau tidak mau kecewa.
  4. Sungguh aku rindu dengan si mata indah itu, kapan ya bisa bertemu lagi?
  5. Kemana pergi nya si rambut ikal itu?
  6. Dia adalah permata dalam hidupku.
  7. Si pembuat onar itu sudah dicap oleh semua guru di sekolahnya karena sering membuat kegaduhan di dalam kelas.
  8. Si kutu buku itu membaca buku setiap hari, sehingga banyak pengetahuan yang ia dapatkan.
  9. Hati-hati, jangan sampai kau melakukan hal yang tidak disukainya, jika kau tidak ingin melihat si pemarah meluapkan emosinya kepadamu.
  10. Si tomboy kalau berpakaian benar-benar seperti laki-laki.

Demikian pembahasan mengenai majas antonomasia. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Majas Pleonasme

Baca juga artikel dari Pantainesia

Tinggalkan komentar