Majas Tautologi

Pernahkah kamu mendengar atau mengucapkan majas tautologi? Mungkin kamu pernah mendengar atau bahkan mengucapkan majas yang satu ini, tetapi tidak menyadarinya. Lalu seperti apa sih majas tautologi itu? Yuk simak penjelasan dan contohnya di bawah ini !

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi adalah gaya bahasa berupa pengulangan kata, pernyataan, atau gagasan secara berlebihan dan tidak perlu. Dapat juga diartikan sebagai gaya bahasa pengulangan kata dengan menggunakan kata sinonimnya.

Majas ini membuat kalimat menjadi tidak efektif karena menggunakan pengulangan kata yang sebenarnya tidak perlu digunakan. Namun dalam konteks tertentu pengulangan ini membuat kalimat yang disampaikan terkesan lebih tegas.

Majas ini termasuk jenis majas penegasan, sama seperti majas repetisi.

Baca juga : Majas pleonasme

Contoh Majas Tautologi

Agar kamu lebih paham tentang majas ini, perhatikan contoh majas tautologi dan penjelasannya di bawah ini!

Contoh 1

Hari ini aku merasa sangat senang, riang, dan bergembira.

Penjelasan :
Kalimat diatas menggunakan pengulangan kata yang bermakna sama (sinonim) yaitu : “senang“, “riang“, dan “bergembira“.

Contoh 2

Aku berjanji akan selalu menemanimu dalam suka atau duka, dalam tawa atau tangis, dalam bahagia atau nestapa.

Penjelasan :
Kalimat diatas menggunakan pengulangan kata yang bermakna sama. yaitu : “suka atau duka“, “tawa atau tangis“, dan “bahagia atau nestapa“.

Contoh 3

Dengan menggunakan krim malam ini, kulit wajah akan tampak lebih sehat, lebih cerah, dan lebih bersinar pada pagi hari.

Penjelasan :
Kalimat diatas menegaskan bahwa dengan menggunakan krim malam wajah akan tampak sehat. Ini ditegaskan dengan penambahan kata yang merujuk pada makna kulit sehat. Penggunaan kata “cerah” dan “bersinar” memiliki makna yang serupa dengan penampakan kulit sehat.

Contoh 4

Harus sampai kapan lagi kau memintaku untuk menunggu dan menanti berharap kau kembali?

Penjelasan :
Kalimat diatas terdapat kata “menunggu“, dimana kata tersebut memiliki makna yang sama dengan “menanti“.

Contoh 5

Ceritakan lah semua masalah yang sedang kau hadapi, tuangkan semua emosi resah dan gelisahmu kepadaku.

Penjelasan :
Kalimat diatas terdapat sebuah kata “resah“, dimana kata tersebut memiliki makna yang sama dengan “gelisah“.

Contoh Majas Tautologi Lainnya

  • Apa kamu belum puas menyakitiku, membohongiku, dan menghianatiku?
  • Aku hanya bisa diam dan membisuketika guru BK memarahiku habis-habisan.
  • Jika aku perhatikan, kau selalu melihat, menatap, dan memandangi wanita yang sedang duduk disebelah sana.
  • Puspa, aku sangat mencintaimu, aku sangat menyayangimu lebih dari yang kau tau.
  • Tenang, jangan cemas dan gelisah seperti itu, aku sudah terbiasa melakukan hal ini.
  • Aku hanya ingin berjumpa denganmu, hanya ingin menemuimu sebentar saja.
  • Kuakui aku memang menyukainya, aku memang mencintainya.
  • Apa yang sedang kamu pikirkan? Sehingga menjadi cemas dan sangat cemas.
  • Sebagai saudara, kita boleh bertikai dan bertengkar hanya karena masalah yang sepele.
  • Malam ini terasa sunyi dan sepi tanpa kamu disisiku.

Demikian pembahasan mengenai majas tautologi. Semoga Bermanfaat.

Baca juga : Majas Antitesis

Baca juga artikel dari Pantainesia

Tinggalkan komentar