Lailatul Qadar

Di dalam bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam itu disebut Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Jika seorang muslim mengerjakan kebaikan pada malam tersebut, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh barokah, malam yang mulia, dan malam yang memiliki keistimewaan tersendiri. Keberkahan malam ini berganda-ganda karena terletak di bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman :

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

Ayat diatas adalah dalil bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan suci Ramadhan. Mengenai Lailatul Qadar Allah menjelaskan pada QS. Al-Qadr berikut ini :

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.”

وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَا لرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ

“Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Dari ayat diatas, maka jelaslah Lailatul Qadar merupakan malam yang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan malam yang lainnya. Dan jika malam tersebut digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, maka kita akan mendapatkan mendapatkan pahala berlipat ganda.

Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya Lailatul Qadar. Namun menurut beberapa hadits, Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan, berikut haditsnya :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

Ada juga hadits yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, berikut haditsnya :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Itulah hadits yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir dan malam-malam ganjil bulan Ramadhan. Meskipun begitu, sebaiknya kita tidak hanya beribadah pada malam tersebut saja, namun selama bulan Ramadhan penuh kita harus beribadah kepada Allah SWT.

Mengapa Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Hikmah dirahasiakannya malam al-qadar yaitu untuk memotivasi orang agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja tanpa terpaku pada satu malam saja.

Jika Lailatul Qadar diberitahukan kapan datangnya, maka orang-orang hanya akan beribadah pada saat itu saja dan tidak giat beribadah ketika Lailatul Qadar sudah lewat.

Tanda-Tanda Malam Al-Qadar

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata :

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

Artinya : “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda :

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Artinya : “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18 : 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Amalan Rasulullah saw Ketika Lailatul Qadar

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan mengenai amalan yang dianjurkan ketika malam al-qadar datang, ia menjelaskan :

روينا بالأسانيد الصحيحة في كتب الترمذي والنسائي وابن ماجه وغيرها عن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قلتُ: يارسول اللَّه إن علمتُ ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال: ” قُولي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّي

Artinya : “Kami diriwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nisa’i, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, “Ya Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?” Beliau menjawab : “Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”. (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang meminta ampunan, ampunilah aku)

Selain membaca doa diatas, amalan lainnya yang bisa kita lakukan yaitu memperbanyak dzikir, membaca Al Qur’an, dan melakukan shalat malam. Berikut ini hadits mengenai sholat malam pada saat malam al-qadar :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Keutamaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar menjadi malam yang istimewa, berikut 5 keutamaan dari malam yang istimewa tersebut  :

1. Malam Yang Mulia

Malam al-qadar atau Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih utama dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr ayat 4 :

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

2. Dibukakan Pintu Ampunan

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampni.” (HR. Bukhari no. 1901)

3. Malam Diturunkannya Al Qur’an

Allah SWT berfirman :

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS. Al Qadr)

Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa bulan Ramadhan menjadi bulan yang mulia yaitu karena bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al Quran.

4. Para Malaikat Turun Ke Bumi

Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr ayat 4 :

تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَا لرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ ۚ مِّنْ كُلِّ اَمْرٍ

“Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”

Ketika Lailatul Qadar datang, para malaikat turun ke bumi dengan membawa keberkahan dan rahmat. Disinilah para malaikat akan berada di sekeliling orang-orang yang sedang menghidupkan Lailatul Qadar.

5. Dicatatnya Takdir Satu Tahun Ke Depan

Ketika datang malam kemuliaan, malaikat akan mencatat takdir setiap makhluk untuk satu tahun ke depan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Itulah 5 keutamaan dari malam al-qadar. Dengan mengetahui keutamaan Lailatul Qadar, semoga dapat meningkakan semangat kita untuk memperbanyak beribadah dan semoga kita dipertemukan dengan malam yang mulia ini. Aamiin ya robal ‘alamin.

Referensi :
https://muslim.or.id/
https://islam.nu.or.id/

ARTIKEL LAINNYA

Baca juga artikel dari Pantainesia

Tinggalkan komentar