Sholat Hajat

Hajat menurut arti katanya yaitu kebutuhan atau keperluan. Jadi, shalat hajat merupakan shalat sunnat yang dikerjakan karena mempunyai keperluan atau kebtuhan serta berharap agar Allah SWT mengabulkannya.

Ada dua jenis hajat, yaitu hajat kepada Allah SWT dan hajat kepada sesama manusia atau disebut juga dengan urusan duniawi dan ukhrawi.

Agar suatu hajat atau keperluan bisa tercapai diantaranya dengan berusaha dan berdoa yaitu dengan shalat. Sehingga berharap kepada Allah SWT akan segera mengabulkan keinginan kita. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 45 :

وَاسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ وَاِ نَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS. Al Baqarah : 45)

Hukum Sholat Hajat

Shalat hajat adalah shalat sunnat yang sangat dianjurkan. Rasulullah saw semasa hidupnya sering mengerjakan sholat hajat, sehingga ada yang berpendapat bahwa shalat hajat hukumnya sunnat muakkad. Sangat dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnat ini meskipun jika tidak mengerjakan tidak akan mendapatkan dosa.

Waktu Shalat Hajat

Dalam mengerjakan shalat hajat tidak ada ketentuan waktu. Shalat hajat bisa dikerjakan pada waktu malam atau siang hari, asal tidak pada waktu yang terlarang. Namun waktu yang lebih utama untuk mengerjakan shalat hajat ini yaitu pada malam hari (pada sepertiga malam yang akhir). Karena pada waktu tersebut merupakan waktu yang sangat mustajab kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda :

Hadits Waktu Shalat Hajat

Jumlah Rakaat Sholat Hajat

Jumlah rakaat dalam shalat hajat paling banyak yaitu dua belas rakaat dan paling sedikit dua rakaat. Untuk shalat hajat yang dikerjakan lebih dari dua rakaat maka pengerjaannya yaitu dua rakaat salam dua rakaat salam.

Banyaknya rakaat dalam mengerjakan shalat hajat mungkin tergantung pada besar kecilnya hajat yang dibutuhkannya. Misalnya, jika hajatnya kecil mungkin cukup dua rakaat, namun jika hajatnya besar maka tidak cukup hanya dengan dua rakaat saja.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan Sanad Shahih dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah saw bersabda :

Jumlah Rakaat Shalat Hajat

Niat Sholat Hajat

Niat Sholat Hajat

Bacaan Latin

Ushalli sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya

“Aku berniat sholat sunnat hajat dua rakaat karena Allah ta’ala”

Tata Cara Sholat Hajat

Tata cara melakukan shalat hajat sama halnya seperti mengerjakan shalat-shalat yang lain yaitu diawali dengan berwudhu secara sempurna kemudian berdiri tegak menghadap kiblat di tempat yang suci, lalu berniat dalam hati.

Rokaat Pertama

  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram (Allaahu Akbar)
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surat Al Fatihah
  5. Membaca surat dari Al Qur’an. (Apa saja yang mudah)
  6. Melakukan Ruku
  7. Melakukan I’tidal
  8. Melakukan sujud pertama
  9. Duduk diantara dua sujud
  10. Melakukan sujud kedua
  11. Berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua

Rakaat Kedua

  1. Membaca surat Al Fatihah
  2. Membaca surat dari Al Qur’an. (Apa saja yang mudah)
  3. Melakukan Ruku
  4. Melakukan I’tidal
  5. Melakukan sujud pertama
  6. Duduk diantara dua sujud
  7. Melakukan sujud kedua
  8. Tahiyat akhir
  9. Mengucapkan salam

Doa Setelah Sholat Hajat

Doa Setelah Sholat Hajat

Bacaan Latin

Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin asaluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya

“Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapatkan kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)

Keutamaan Sholat Hajat

Ada banyak keuntungan jika kita mengerjakan shalat hajat, diantaranya yaitu :

1. Dikabulkan Hajatnya

Inilah fadillah yang paling utama tatkala mengerjakan shalat hajat. Janji ini terdapat pada hadits Rasulullah saw berikut ini :

Keutamaan Shalat Hajat

2. Dicintai Allah

Siapa yang tak ingin dicintai oleh Allah SWT. Dan ini didapat bagi mereka yang mengerjakan shalat hajat.

Keutamaan Shalat Hajat 2

3. Ditinggikan Derajatnya

Mengerjakan shalat hajat artinya memperbanyak amalan sunnah. Semakin banyak shalat yang dikerjakan maka semakin banyak sujud yang dilakukan.

Keutamaan Shalat Hajat 3

Referensi :
Ubaid Ibnu Abdillah, Penerbit Pustaka Media, Surabaya

ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan komentar