Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian Adat Jawa Tengah – Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa yang menjunjung tinggi nilai budaya serta adat istiadat. Kebudayaan yang dianut di wilayah Jawa Tengah dapat berupa pakaian adat, adat istiadat, kepercayaan dan lain sebagainya.

Nah pada pada artikel kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai pakaian adat Jawa Tengah beserta pelengkapnya. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan di bawah ini !

Nama Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian adat Jawa Tengah perlu diperkenalkan kepada pemuda-pemudi generasi penerus. Jangan sampai karena banyaknya model pakaian asing yang masuk membuat kita lupa akan pakaian adat ini.

Berikut ini adalah macam-macam pakaian adat yang ada di Jawa Tengah :

1. Batik

Pakaian Adat Batik

Siapa sih yang tak mengenal batik? Dari sabang sampai merauke pasti mengenal dengan motif yang satu ini. 

Batik merupakan salah satu pakaian adat Jawa Tengah. Saat ini batik mulai banyak digunakan untuk menghadiri acara resmi seperti kondangan atau yang lainnya. Tak hanya itu, batik juga sudah diperkenalkan pada kancah internasional. 

Bahkan Unesco sudah menentukan bahwa batik merupakan warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Selain itu, pada tanggal 2 oktober dari sabang sampai merauke diwajibkan menggunakan pakaian batik saat bekerja, sekolah, maupun melakukan aktivitas lainnya. 

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai masyarakat Jawa Tengah. Karena orang akan mengenal kita dengan ciri khas adat kita, yaitu berpakaian batik.

Pakaian Adat Jawa Barat

2. Surjan

Pakaian Adat Surjan

Pakaian adat Jawa Tengah yang selanjutnya yaitu surjan. Surjan adalah pakaian atasan resmi adat Jawa yang hanya diperuntukan untuk kaum pria. Bentuknya mirip seperti jas.

Keberadaan pakaian adat ini sudah sangat langka. Sekarang surjan hanya dipakai untuk acara resepsi pernikahan di Jawa Tengah. Bahkan yang masih menggunakannya sehari-hari hanya para abdi kerajaan. Sangat disayangkan pakaian adat peninggalan nenek moyang yang keren ini kini semakin dilupakan.

3. Jarik

Jarik

Jarik merupakan sebuah kain bermotif batik yang memiliki banyak corak. Pakaian adat ini biasanya dijadikan bawahan untuk kaum pria maupun wanita. 

Dulu jarik sering digunakan untuk beraktivitas sehari-hari oleh kaum wanita baik yang muda maupun tua. Tapi sekarang jarik sudah jarang digunakan karena kaum wanita kini cenderung menggunakan celana.

Pakaian Adat Bali

4. Kebaya

Kebaya

Jika surjan adalah pakaian adat Jawa Tengah yang diperuntukan untuk kaum pria, maka kebaya adalah pakaian adat yang diperuntukan untuk wanita. Ciri khas dari pakaian adat ini yaitu kainnya yang tipis, dimana jika dipakai masih kelihatan kulitnya.

Kebaya biasanya digunakan untuk menghadiri acara pernikahan atau acara resmi lainnya. Kebaya seringkali dipadukan dengan jarik, karena memang hanya jarik yang cocok digunakan bersamaan dengan kebaya.

5. Jawi Lengkap

Pakaian Adat Jawi Lengkap

Pakaian adat yang satu ini juga dikhususkan untuk kaum pria. Jawi lengkap merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang terdiri atas beskap bermotif kembang yang dipadukan dengan blangkon.

Pakaian adat ini biasanya digunakan oleh para abdi keraton dan seringkali digunakan saat ada acara resepsi pernikahan. Seseorang yang menggunakan jawi lengkap dalam aktivitas sehari-hari sudah sangat jarang ditemukan.

6. Sinjang atau Dodot

Pakaian Adat Sinjang atau Dodot

Pakaian adat Jawa Tengah yang terakhir yaitu Sinjang atau dodot. Pakaian adat ini merupakan kain batik yang digunakan untuk menutup tubuh bagian bawah. Meskipun hanya memiliki fungsi tersebut, tapi sinjang atau dodot ini tetap diperlukan.

Pakaian Adat Jawa Timur

Pelengkap Pakaian Adat Jawa Tengah

Setiap pakaian adat pasti memiliki pelengkap atau aksesoris lain yang digunakan secara bersamaan. Nah dibawah ini adalah pelengkap yang digunakan bersamaan dengan pakaian adat Jawa Tengah.

1. Blangkon

Blangkon

Blangkon adalah penutup kepala yang terbuat dari kain yang diikat dan memiliki corak larik. Pada bagian belakang blangkon terdapat benjolan dari kain yang dibundel. 

Ada dua ikatan pada blangkon Jawa Tengah yang diibaratkan dengan dua kalimat syahadat. Ikatan ini harus diikat dengan kuat, karena menjadi filosofi tentang pentingnya berteguh pada pendirian yang kuat.

Selain itu, blangkon juga berfungsi untuk menyembunyikan rambut yang panjang. Konon rambut yang panjang merupakan sebuah aib, jadi harus ditutup dengan blangkon.

2. Keris

Keris

Keris merupakan pelengkap utama dari pakaian adat surjan. Serasa ada yang kurang jika menggunakan surjan tanpa adanya keris di punggung.

Keris ini bukanlah keris asli yang tajam, melainkan hanya sepotong kayu yang diukir menyerupai keris yang kemudian dibungkus dengan tempat keris sungguhan.

Pakaian Adat Sumatera Barat

3. Kemben

Kemben

Kemben adalah penutup dada seorang wanita yang terbuat dari kain panjang. Kain tersebut dililitkan dari daerah dada sampai ke bawah pinggul.

Kemben hanyalah sebuah pelengkap saja dari pakaian adat Jawa Tengah. Akan tetapi dulu kemben sering digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah.

4. Stagen

Stagen

Stagen merupakan sebuah kain panjang berbentuk gulungan yang digunakan untuk menahan jarik agar tidak melorot. Stagen sendiri digunakan ketika akan memakai kebaya atau beskap.

5. Kain Tapih Pinjung

Kain Tapih Pinjung

Kain tapih pinjung merupakan sebuah kain bermotif batik yang terbuat dari jarik. Cara menggunakannya yaitu dililitkan pada pinggang. Tujuan menggunakan kain ini yaitu untuk menutupi stagen yang sudah dipakai.

6. Kuluk

Kuluk

Hampir sama seperti blangkon, kulup merupakan penutup kepala yang kaku dan tinggi. Biasanya kuluk digunakan pada saat acara pernikahan atau saat menghadiri acara adat jawa lainnya.

Selain digunakan saat acara pernikahan, kuluk juga dipakai oleh raja-raja saat upacara di masing-masing kerajaan. Tidak semua orang bisa memakai pelengkap pakaian adat ini, karena memang dikhususkan untuk acara tertentu. 

Nah itulah ulasan mengenai macam-macam pakaian adat Jawa Tengah beserta pelengkapnya yang dapat kami sampaikan. Kita sebagai warga negara Indonesia harus menjaga kebudayaan pakaian adat ini agar tidak hilang atau diakui oleh bangsa lain.

Baca Juga : Rumah Adat Jawa Tengah

Tinggalkan komentar