Lompat Jangkit : Teknik Dasar, Gaya, Peraturan, dan Sejarahnya

Apakah kamu pernah melihat olahraga lompat jangkit? Olahraga ini mungkin tidak sepopuler olahraga lompat jauh meski keduanya dibilang mirip. Nah, kali ini kami akan memberikan ulasan lengkap mengenai olahraga lompat jangkit mulai dari pengertian, teknik dasar, peraturan, hingga ukuran lapangannya. Yuk simak ulasannya dibawah ini !

Pengertian Lompat Jangkit

Pengertian Lompat Jangkit

Lompat jangkit adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat dimana sang atlet akan melakukan 3 tahap lompatan untuk dapat mendarat sejauh mungkin di bak pasir dengan menggunakan awalan lari. Jika dalam lompat jauh seorang atlet hanya melakukan 1 kali tolakan, 1 kali melayang dan mendarat, maka dalam lompat jangkit atlet akan melakukan 3 kali tolakan, 3 kali melayang kemudian mendarat.

Lompat jangkit biasa disebut juga dengan lompat tiga atau triple jump. Hal ini karena lompat jangkit terdiri dari 3 urutan gerak yakni gerak berjingkat (hop), melangkah (step) dan melompat (jump). Tiga gerakan tersebut dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan dalam satu rangkaian.

Teknik Dasar Lompat Jangkit

Teknik Dasar Lompat Jangkit

Berikut adalah teknik dasar sebelum melakukan lompat jangkit :

1. Teknik Awalan

Cara melakukan teknik awalan pada lompat jangkit sama seperti pada lompat jauh yaitu dengan berlari secepat mungkin pada lintasan tanpa mengurangi atau mengubah langkah.

Untuk meningkatkan kecepatan lari, maka jarak awalan harus cukup panjang, yaitu sekitar 35-40 meter.  Hal ini dilakukan agar kecepatan mencapai titik maksimal pada saat melakukan tumpuan. Gerakan lari harus konstan dan harus bisa menempatkan kaki tumpu pada balok dengan tepat

2. Teknik Tolakan

Tolakan kaki harus kuat dan harus dijaga agar tidak mengurangi kecepatan gerak ke depan. 3 teknik tolakan berikut ini harus kamu pelajari sehingga dapat menguasai gerakan lompat jangkit secara keseluruhan.

  • Tolakan sebelum berjingkat
  • Tolakan sebelum melangkah
  • Tolakan sebelum melompat

>> Simak juga : Teknik Dasar, Peraturan dan Sejarah Lompat Galah

3. Teknik Saat Melayang

Teknik melayang pada lompat jangkit mirip seperti teknik melayang pada lompat jauh, yaitu dengan gaya menggantung dan gaya berjalan diudara. Yang terpenting dari teknik ini adalah menjaga agar tubuh selama mungkin berada di udara sehingga hasil lompatan semakin jauh. Berikut cara melakukan kedua gaya tersebut :

Gaya Menggantung

Gaya Menggantung Lompat Jangkit
  1. Posisi kedua tangan disamping telinga dengan keadaan lurus ke atas.
  2. Posisi kedua kaki rapat, kemudian ayunkan kaki ke depan dari belakang.
  3. Posisi dada saat awal tolakan sedikit dibusungkan, lalu digerakan ke arah belakang.
  4. Posisi badan saat berada di udara diayunkan ke arah depan dengan semaksimal mungkin.

Gaya Berjalan di Udara

Gaya Berjalan di Udara Lompat Jangkit
  1. Dada sedikit dibusungkan saat berada pada posisi awal tolakan.
  2. Posisi kedua tangan diayunkan ke depan seperti saat sedang berlari.
  3. Posisi kedua kaki diayunkan ke depan dengan gerakan seperti sedang berjalan.

4. Teknik Pendaratan

Cara pendaratan pada lompat jangkit sama seperti pendaratan pada lompat jauh, yaitu mendarat dengan menggunakan dua kaki secara bersamaan.

  1. Lutut kaki diluruskan ke depan, bagian lengan sedikit ditekuk.
  2. Posisi badan dan lutut dalam keadaan relax saat ingin mendarat.
  3. Posisi kaki berada di depan ketika akan melakukan pendaratan.
  4. Kedua tumit kaki menjadi tumpuan awal ketika melakukan pendaratan.
  5. Jika kedua tumit kaki sudah mendarat, maka kedua tangan berada didepan.
  6. Posisi badan sedikit membungkuk dan tidak terlalu kaku agar mendarat dengan sempurna.

Hal yang harus diperhatikan pada saat pendaratan adalah menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjengkang ke belakang.

Peraturan Lompat Jangkit

Peraturan Lompat Jangkit

Berikut adalah peraturan pada lompat jangkit yang telah ditetapkan oleh IAAF (International Amateur Athletic Federation) :

  • Atlet tidak diperkenankan melakukan tolakan pertama melebihi batas papan tolakan. Namun diperbolehkan melakukan tolakan sebelum menginjak papan tolakan.
  • Saat melakukan tolakan kedua, kaki yang digunakan harus sama dengan tolakan pertama.
  • Saat melakukan tolakan ketiga, kaki yang digunakan harus berbeda dari tolakan pertama dan kedua.
  • Atlet tidak diperbolehkan melakukan gerakan salto pada saat melayang setelah tolakan ketiga.
  • Atlet tidak diperbolehkan mendarat di luar area pendaratan.

Lapangan Lompat Jangkit

Lapangan Lompat Jangkit

Bentuk lapangan lompat jangkit sama seperti lapangan lompat jauh. Ukuran lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan kurang lebih 45 m. Dari balok tumpuan sampai bak lompatan kurang lebih 13 m. Kedalaman bak lompat kurang lebih 10-20 cm.

Bagian-bagian lapangan

  • Panjang bak lompat : 7-9 m
  • Lebar bak lompat : 2,75 m
  • Lebar lintasan awal : 1,22 m
  • Panjang papan tumpu : 1,22 m
  • Lebar papan tumpu : 20 cm

Sejarah Lompat Jangkit

Sejarah Lompat Jangkit

Pada tahun 1896, olahraga lompat jangkit menjadi salah satu olahraga yang diadakan dalam olimpiade modern pertama di Yunani. Olimpiade ini dimenangkan oleh James Connolly.

Teknik yang digunakan oleh James Connolly pada waktu itu sama seperti teknik yang sekarang, yaitu menggunakan kaki yang sama untuk tolakan pertama dan kedua, sementara untuk tolakan ketiga menggunakan kaki yang berbeda dari tolakan pertama dan kedua.

Olahraga ini terinspirasi dari salah satu jenis olahraga lompat sejak era Yunani klasik dimana seorang atlet akan melakukan beberapa kali lompatan sebelum melakukan lompatan yang terakhir. Tidak diketahui secara pasti berapa lompatan yang dilakukan oleh atlet tersebut pada waktu itu.

Sementara itu, dalam mitologi Irlandia disebutkan bahwa olahraga lompat jangkit sudah diperlombakan dalam pertandingan Irlandia kuno pada tahun 1829. Dalam catatan tersebut, seorang atlet melakukan lompatan sebanyak 3 kali sama seperti saat ini.

Jika pada olimpiade modern pertama, olahraga ini hanya diikuti oleh atlet laki-laki saja, maka beberapa tahun kemudian atlet perempuan bisa mengikuti olahraga ini.

Baca juga : Teknik Dasar, Gaya, Peraturan, dan Sejarah Lompat Tinggi

Baca juga artikel dari Pantainesia

Tinggalkan komentar