Majas Simbolik

Dalam membuat sebuah karya sastra seperti novel atau cerpen, seringkali para penulis menggunakan majas atau gaya bahasa, seperti majas simbolik yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Apasih yang dimaksud dengan majas simbolik? Berikut penjelasannya.

Pengertian Majas Simbolik

Majas simbolik merupakan gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol untuk menyatakan maksud tertentu.

Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan, sama seperti majas simile dan majas hiperbola.

Simbol atau lambang yang digunakan pada majas ini biasanya sudah dikenal (familiar)  dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca, contohnya seperti simbol hewan, tumbuhan, tokoh, benda dan lain sebagainya.

Simbol tersebut digunakan untuk mewakili suatu hal yang ingin diutarakan dan juga memiliki makna yang sama.

Ciri-Ciri Majas Simbolik

Berikut adalah ciri-ciri dari majas simbolik :

  • Menggunakan simbol untuk menyampaikan maksud suatu hal tertentu yang memiliki makna sama.
  • Bersifat membandingkan dua hal yang berbeda namun memiliki makna yang sama.
  • Simbol yang digunakan sudah dikenal dan mudah dipahami oleh pendengar dan pembaca.

Fungsi

Majas simbolik memiliki beberapa fungsi seperti dibawah ini :

  • Memperhalus suatu makna dari penyampaian yang sesungguhnya.
  • Memberikan efek menarik bagi para pendengar dan pembaca.
  • Menyampaikan suatu gagasan, kritikan, dan perasaan terhadap sesuatu.
  • Menyampaikan pesan secara implisit (tersirat)

Contoh Majas Simbolik

Untuk lebih memahami mengenai majas simbolik, simak beberapa contoh dan penjelasan dibawah ini :

Contoh 1

1. Pada saat jam istirahat, Dea menjadi buah bibir di kelasnya.

Makna : Buah bibir = topik pembicaraan

2. Salsa memiliki keturunan darah biru dari Ayahnya.

Makna : Darah biru = ningrat

3. Kakak setiap hari banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Makna : Banting tulang = bekerja keras

4. Toni sekarang hidup sebatang kara semenjak ditinggal pergi kekasihnya.

Makna : Sebatang kara = Sendiri

5. Tahun ini di kota Jakarta banyak pengusaha yang gulung tikar.

Makna : Gulung tikar = Bangkrut

6. Puspa dijuluki kembang desa oleh warga di lingkungannya.

Makna : Kembang desa = Gadis tercantik

7. Kita jangan sampai menjadi benalu bagi orang lain.

Makan : Benalu = Orang yang merugikan

8. Aziz berkunjung ke rumah paman menggunakan kuda besi.

Makna : Kuda besi = Motor

9. Eko selalu menjadi kambing hitam ketika ada permasalahan.

Makna : Kambing hitam = Orang yang disalahkan

10. Lebih baik masalah ini dilanjutkan ke meja hijau.

Makna : Meja Hijau = Pengadilan

Contoh 2

  1. Andre sudah menentukan bahwa Tika akan menjadi tulang rusuknya. (pasangan)
  2. Dia seseorang yang pandai bersilat lidah. (memutar balikkan kata)
  3. Ega diam seribu bahasa setelah dibentak oleh gurunya. (tidak bisa berkata sepatah kata pun)
  4. Jangan percaya, dia memiliki akal bulus demi kepentingannya sendiri. (tipu muslihat)
  5. Si jago merah telah membakar puluhan ruko di pasar itu. (api)
  6. Anggi dan Fika berbicara empat mata di ruang kelas. (berdua saja)
  7. Jika nanti kamu sudah sukses, tetaplah menjadi seseorang yang rendah hati. (tidak sombong)
  8. Budi tidak jadi menikahi gadis itu karena dia mata duitan. (suka uang)
  9. Aku sudah tidak ingin mendengarkan semua omong kosongmu! (bualan)
  10. Dari dulu dia sudah tebal muka. (tidak mempunyai rasa malu)

Demikian ulasan mengenai majas simbolik. Semoga bermanfaat.

ARTIKEL LAINNYA 

Tinggalkan komentar